JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Sejumlah mahasiswa asal Papua yang menamakan dirinya Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP), menggelar aksi unjukrasa di depan asrama Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kota Makassar, Sulsel, Senin (01/12/2025) pagi, sekitar pukul 08.00 Wita.
Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan saat massa aksi diminta mundur oleh koordinator aksi sekitar pukul 10.45 Wita.
Mereka juga melempari polisi dengan air gelas mineral hingga batu. Beruntung, kericuhan tidak berlangsung lama usai ditenangkan oleh koordinator aksi dan polisi yang berjaga.
Penanggung jawab aksi Andarias (23) mengungkapkan, demo itu dalam rangka memperingati Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Papua Barat 1 Desember. Mereka menilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak mampu menyelesaikan masalah penindasan yang dialami oleh rakyat Papua.
“Aksi ini merupakan refleksi kritis terhadap kondisi penindasan yang dialami oleh rakyat Papua. Dimana negara buta untuk menyelesaikan masalah-masalah substansi di tanah Papua itu sendiri,” kata Andarias kepada awak media saat ditemui di lokasi.
Pihaknya mengaku akan terus menggelar aksi serupa selama Indonesia terus melakukan tindakan represif dengan mengerahkan aparat dan senjata di Tanah Papua.
Ia juga mengingatkan aksi ini merupakan peringatan Tri Komando Rakyat (Trikora) 1963 oleh Presiden ke-1 RI, Soekarno.
“Hari ini kami menuntut memperingati deklarasi kemerdekaan bangsa Papua yang dianeksasi oleh Indonesia oleh Soekarno tahun 1963 melalui Trikora,” ujarnya.
“Hari ini kami punya tuntutan hanya 1 (satu) yakni selama Indonesia tidak menyentuh akar persoalan di tanah Papua yang pendekatannya represif, aparatur negara, senjata dan penjara, kami akan terus menuntut hak untuk kami menentukan nasib sendiri sebagai jalan solusi demokratis,” tegas Andarias.
Jelang sore, situasi di sekitar asrama Papua sudah tampak kondusif dan massa aksi sudah membubarkan diri. (*)
Laporan : Herman Z
Editor : Budhy