Protes Pemadaman Bergilir, Front Mahasiswa Pinggiran Geruduk PLN UID Sulselrabar
JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Front Mahasiswa Pinggiran (FMP), menggelar aksi unjukrasa di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jalan Letjend Hertasning, Makassar, Sulsel, Senin (07/09/2026) siang.
Dalam aksinya, mahasiswa mendesak General Manager (GM) PLN UID Sulselrabar untuk bertanggung jawab atas persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Jenderal lapangan aksi Front Mahasiswa Pinggiran (FMP) Maulana Yusdianto, dalam orasinya mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk keresahan dan keprihatinan terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di kota Makassar dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang diberitakan, PLN UID Sulselrabar saat ini melakukan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pengaturan atau pemadaman listrik bergilir.
Di sisi lain, PLN juga mengakui adanya penurunan debit air di sejumlah PLTA akibat kondisi kemarau yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.
“Ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi PLN. Fenomena musim kemarau bukanlah kondisi yang tidak dapat di antisipasi,” kata Maulana.
Oleh karena itu, lanjut Maulana menyebutkan, bahwa PLN seharusnya memiliki langkah antisipasi dan skenario pengamanan pasokan listrik yang memadai agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan sistem kelistrikan.
Ia juga mempertanyakan apakah evaluasi terhadap persoalan kelistrikan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya telah dilaksanakan secara optimal.
“PLN seharusnya mampu melakukan perencanaan yang lebih matang dengan mengoptimalkan sumber-sumber pembangkit yang tersedia sesuai kemampuan teknis sistem, sehingga ketergantungan terhadap pembangkit tertentu tidak berujung pada terganggunya pasokan listrik kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Atas dasar itu, Front Mahasiswa Pinggiran (FMP) menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya :
1. Mendesak PLN untuk segera menghentikan pemadaman listrik bergilir yang merugikan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
2. Mendesak PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan manajemen kelistrikan Sulselrabar, termasuk perencanaan pasokan, pemeliharaan pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi.
3. Mendesak PLN melakukan antisipasi terhadap kondisi musim kemarau, khususnya terhadap potensi penurunan kemampuan pembangkit yang bergantung pada kondisi hidrologi.
4. Mendesak PLN mengoptimalkan seluruh sumber pembangkit yang tersedia sesuai kemampuan teknis dan kondisi sistem, sehingga tidak terjadi ketergantungan berlebihan terhadap satu jenis pembangkit.
5. Mendesak PLN memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman, kondisi sistem, kapasitas pembangkit, serta langkah penyelesaian yang sedang dilakukan.
6. Mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja General Manager PLN UID Sulselrabar.
7. Mendesak pencopotan General Manager PLN UID Sulselrabar apabila berdasarkan evaluasi terbukti terdapat kegagalan manajerial dalam mengantisipasi dan menangani persoalan kelistrikan yang berdampak kepada masyarakat.
Diakhir orasinya Maulana menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan pemadaman listrik bergilir, terlebih apabila tuntutannya tidak mendapatkan respons dari pihak PLN Sulselrabar. (*)
Laporan : Tim
Editor : Budhy JH