Mafia Migas Marak Di Takalar, FMD Desak Polda Sulsel Usut Tuntas
JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Demokratik (FMD), menggelar aksi unjukrasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Mapolda Sulsel), Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kelurahan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (23/12/2022) siang.
Tampak massa aksi berorasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk bertuliskan beberapa tuntutan.
Dalam orasinya, Ketua Umum Front Mahasiswa Demokratik (FMD) Arun Capung mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan respon mereka terhadap maraknya aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang terjadi di Kabupaten Takalar.
“Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil investigasi kami di lapangan, kuat dugaan telah terjadi praktek penimbunan BBM jenis Solar yang di lakukan oleh oknum tertentu yang bekerja sama dengan beberapa SPBU yang ada di Kabupaten Takalar,” ucapnya.
Saat ditemui disela-sela aksinya, Arun Capung mengungkapkan, dugaan maraknya mafia Migas di Kabupaten Takalar berawal dari banyaknya masyarakat yang mengeluhkan terjadinya kelangkaan BBM jenis Solar di beberapa SPBU.
“Dari hasil investigasi tim kami di lapangan, kuat dugaan para mafia migas ini bekerjasama dengan beberapa SPBU yang ada di Takalar. Soalnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena sering kehabisan. Sementara menurut beberapa warga, stoknya itu mestinya mencukupi,” ungkapnya kepada JejakHitam.Com.
Arun menuturkan, bahwa pihaknya juga menemukan beberapa kendaraan roda dua yang keluar masuk SPBU membawa jerigen yang diduga berisi BBM jenis Solar.
“Aktifitas itu terkesan ada pembiaran dari APH. Mereka seakan-akan tutup mata dengan adanya kegiatan penimbunan Solar secara ilegal di Kabupaten Takalar yang diduga dilakukan secara masif oleh para mafia migas disana,” tuturnya.
Adapun tuntutan dari FMD yang tertuang dalam surat pernyataan sikap adalah :
– Berantas mafia migas di kabupaten Takalar.
– Meminta kepada Kapolda Sulsel untuk mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Takalar karena tidak becus menangani kasus dugaan penimbunan BBM Jenis Solar di kabupaten Takalar.
– Meminta kepada pihak Dit Reskrimsus Polda Sulsel untuk segera menindaklanjuti laporan dugaan penimbunan BBM jenis Solar di kabupaten Takalar.
– Meminta kepada Dit Reskrimsus Polda Sulsel untuk segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa SPBU di Kabupaten Takalar yang di duga telah melakukan persekongkolan jahat dengan para mafia migas (pelaku penimbun BBM).
– Tegakkan supremasi hukum.
Arun menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan penimbunan BBM jenis Solar ini hingga tuntas.
“Kami akan melakukan konsolidasi terkait pengawalan kasus mafia migas ini. Dan jika tidak ada progres yang signifikan dari pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel terkait tuntutan kami, maka kami akan kembali melakukan aksi unjukrasa dengan jumlah massa yang lebih masif lagi,” tutupnya. (*)
Laporan : Tim
Penulis : Budhy