www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Parah! Pembangunan RS Batua Makassar Berlanjut Tanpa Rekomendasi Ditengah Penyidikan Dugaan Korupsi

MAKASSAR — Meski tidak mengantongi rekomendasi penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel), pembangunan tahap II Rumah Sakit (RS) Batua dipastikan tetap berlanjut tahun depan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Agus Djaja Said usai berkoordinasi dengan penyidik Polda Sulsel. Kata dia, penyidik tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi sehingga kelanjutan proyek menjadi keputusan pemerintah kota.

“Saya sudah disampaikan oleh polisi bahwa dia tidak punya kewenangan memberikan rekomendasi. Jadi itu (kelanjutan pembangunan) bergantung dari dinasnya,” kata Agus, kepada SINDOnews, Kamis (17/12/2020).

Meski tidak ada rekomendasi penyidik, Agus memastikan tetap melanjutkan pembangunan tahap II RS Batua. Padahal sebelumnya dia mengakui kelanjutan kontruksi proyek ini bergantung rekomendasi penyidik.

Apalagi kelanjutan proyek yang tengah berproses di Polda Sulsel ini sudah dimasukkan dalam APBD 2021. Hanya saja anggaran itu mengalami pengurangan lebih dari 50%. Cuma tersisa Rp20 miliar dari sebelumnya yang mencapai Rp75 miliar.

“Jadi anggarannya itu sisa Rp20 miliar dari Rp75 miliar. Nanti kita buat perencanaannya kembali dengan anggaran itu apa yang bisa kita selesaikan. RS Batua ini kan ada masalahnya, makanya kita lanjutkan tapi tetap harus hati-hati,” ujar dia.

Sebelumnya, Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Batua, Kota Makassar senilai Rp25,5 miliar yang menggunakan dana APBD tahun 2018 ini menyita banyak perhatian.

Proyek pembangunan gedung Puskesmas Batua, yang berada di Jalan Abd Dg Sirua juga ditinjau langsung oleh KPK dan BPK RI.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan, penyidik KPK dan BPK RI melakukan pemeriksaan di lokasi pembangunan Puskesmas Batua. (*)