www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Misteri Tewasnya BNY Siswa SMP Athirah Makassar, Pihak Keluarga Akan Ajukan Autopsi

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) — Tewasnya Basman Nafa Yaskura (15), siswa SMP Islam Athirah Makassar yang meninggal dunia pada (24/05/2023) lalu, menyisakan misteri dan tanda tanya besar dibenak keluarga korban.

Pasalnya, keterangan dari pihak Kepolisian Polrestabes Makassar yang sebelumnya telah mengatakan bahwa kematian BNY adalah murni bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 8 sekolahnya, berbanding terbalik dengan hasil rekam medis yang menerangkan bahwa ditubuh korban BNY tidak ditemukan adanya tanda-tanda bunuh diri melainkan diduga kuat karena dianiaya hingga tewas.

Berdasarkan penelusuran dan dokumentasi hasil rekam medis korban, pihak keluarga besar Basman Nafa Yaskura segera akan mengajukan permohonan autopsi.

Menurut keterangan dari pihak dokter RS Akademis Jaury Jusuf Putera yang melakukan pemeriksaan pada tubuh korban saat itu yakni dr. Hj. Rachmawati. M.,Kes mengatakan, bahwa korban BNY telah meninggal dunia ketika sampai di RS tepatnya pukul 10.03 Wita.

Sebelumnya, keterangan petugas kebun sekolah yang mengaku pertama kali melihat jenazah Basman Nafa Yaskura di lapangan (TKP) menyebutkan, bahwa posisi korban saat itu menyamping ke kanan. Sementara jika dilihat dari luka ditubuh korban (yang patah), itu dominan di sebelah kiri.

Dari rincian hasil rekam medis yang dipaparkan oleh pihak rumah sakit menyebutkan, bahwa di bagian kepala korban telah ditemukan beberapa luka lecet hingga mulut bagian dalam. Namun ironisnya, dalam catatan medis tidak ditemukan adanya keretakan di bagian kepala, padahal korban telah dinyatakan terjatuh atau melompat dari lantai 8 sekolah milik Kalla Group itu.

Selanjutnya, hasil rekam medis juga menerangkan bahwa untuk area dada bagian atas di bawah leher terdapat luka lebam, tangan kanan yang dimana kuku ibu jari korban nyaris terlepas, dan beberapa jari lainnya juga ada luka. Kemudian, pada lengan kiri terdapat luka lecet, lebam pada pergelangan tangan, hingga adanya patah tulang.

Hal itulah yang dianggap aneh dan janggal oleh pihak keluarga besar Basman Nafa Yaskura, mengingat pernyataan saksi di lokasi menyebutkan bahwa korban jatuh pada posisi menyamping ke kanan.

Tak hanya itu, tangan kiri Basman tepatnya di kelima area kukunya tampak berwarna kebiruan hingga daerah telapak tangan. Sedangkan untuk daerah punggung dan bokong korban menurut hasil rekam medis nampak jelas hanya terdapat luka terbuka pada bokong kiri ± 1 cm.

Bagi keluarga besar Basman, hasil rekam medis menunjukkan kejanggalan dari kondisi bagian kaki kanan yang terdapat luka robek pada telapak sepanjang ± 18,5 cm dengan lebar ± 13.5 cm. Hal serupa juga terjadi pada kaki kiri.

Dari hasil pemeriksaan penunjang rekam medis, foto kepala, tulang carvaria, basis dan maxilla facial imtak. Tidak nampak garis fraktur. Dimana, pengertian fraktur sendiri dari sebuah sumber adalah garis rambut atau juga disebut fraktur stres, adalah retakan kecil atau memar parah di dalam tulang.

Dari hasil rekam medis yang diterima, membuat keluarga besar korban Basman Nafa Yaskura makin yakin bahwa korban bukanlah bunuh diri. Informasi terkini, pihak keluarga korban akan segera mengajukan permohonan autopsi. (*)

Laporan : Tim
Penulis   : Budhy