www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Pasca Viralnya Video Singgung Jusuf Kalla, Jubir: Dia Bakal Berhadapan Hukum

MAKASSAR — Rekaman suara yang diduga milik Danny Pomanto lagi viral di media sosial. Rekaman tersebut menyinggung nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai otak dari penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK.

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan.

Suara yang diduga suara Danny Pomanto itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan itu erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan.

“Kalau Novel (Baswedan) yang tangkap, berarti JK (Jusuf Kalla) – Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya ada di JK,” ucap yang diduga suara Danny Pomanto.

Percakapan itu mengalir lebih dalam hingga menyinggung para penguasa negeri ini. Menurut suara yang diduga Danny, JK secara tersirat telah menyerang Prabowo dan membenturkannya dengan Presiden Jokowi. Pasalnya, Prabowo yang merupakan Ketum Gerindra dan Edhy sebagai Waketum Gerindra disebut telah mengkhianati kepercayaan Presiden.

“Artinya dia sudah menyerang Prabowo. Yang kedua nanti seolah-olah Pak Jokowi yang suruh, akhirnya Prabowo dan Jokowi baku tabrak. Ini kan politik,” tutur yang diduga suara Danny lagi.

Menurutnya, dengan ramainya pemberitaan terkait penangkapan Edhy selepas lawatannya dari Amerika dalam kasus suap benih lobster, isu bahwa JK merupakan aktor di balik kepulangan Rizieq Shihab pun perlahan menguap.

“Kemudian mengalihkan (isu) Habib Rizieq. Ini mau digeser JK dan Habib Rizieq. Karena JK yang paling diuntungkan dengan tertangkapnya Edhy Prabowo. Coba siapa yang paling diuntungkan. JK lagi dihantam, beralih ke Edhy Prabowo kan,” ujar rekaman yang begitu identik dengan suara Danny Pomanto itu.

“Kemudian Prabowo yang turun karena dianggap bahwa korupsi pale disini, calon presiden to. Berarti Anies dan JK yang diuntungkan. Kemudian (Prabowo) mengkhianati Jokowi. Jadi yang paling untung ini JK. Begitu memang chaplin. Jago memang mainnya. Tapi kalau kita hapal, apa yang dia mau main ini,” ujar Danny lagi.

Terpisah, Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, angkat bicara. Ia menilai sosok Danny Pomanto seolah tak memiliki etika dan sopan santun.

“Saya cuma mau bilang, salah apa Pak JK kepada Dany Pomanto, sehingga tega teganya memfitnah seperti itu. Danny seperti tidak punya lagi sopan santun, sipakalebbi sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” terangnya, Sabtu (5/12/2020),

Husain Abdullah menerangkan bahwa selama ini, apalagi pasca tak lagi menjabat wakil Presiden, JK lebih banyak sibuk dengan aktivitas sosial. Sehingga untuk urusan mengusik orang lain termasuk Danny Pomanto, menurutnya adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Atas kejadian ini Husain Abdullah menegaskan, jika Danny Pomanto bakal berhadapan dengan hukum. Pihak JK bakal melaporkan kasus pencemaran ini ke pihak berwajib, termasuk ke KPK.

“Danny tentu akan berhadapan dengan hukum. Apalagi melibatkan KPK, sehingga KPK pun perlu mengklarifikasi dan membersihkan dirinya dari tuduhan Danny Pomanto,” tegasnya. (*)