www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Sungai Malili Tercemar, Kepala DLH : Ini Efek Domino

LUWU TIMUR — Kejadian banjir bandang di Masamba Luwu Utara beberapa bulan lalu, bukan tidak mungkin akan terjadi juga di kabupaten Luwu Timur.

Efek domino dari pencemaran lingkungan, berkontribusi besar merusak dan membawa dampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat yang ada di sekitarnya.

Berdasarkan sumber informasi dari Media Sulselta.co.id dan hasil investigasi kru nya di lapangan, bahwa di sepanjang sungai Malili airnya telah berubah warna. Diduga kuat, itu akibat tergerusnya tanah di area hulu. Warga di sepanjang sungai ini hanya mampu menyaksikan karena sudah dianggap biasa oleh mereka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur Andi Tabacina Ahmad, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya mengatakan, “Berubahnya warna tanah di sungai Malili, itu akibat kegiatan di hulu. Diduga salah satu penyebabnya adalah ilegal logging, dan itu tugas Dinas Kehutanan Provinsi untuk menindaki,” ungkapnya, Selasa (05/01/2021).

Tak hanya itu, Kadis DLH juga mengungkap kontributor penyumbang keruhnya air di sungai Malili banyak.

“Kontributornya banyak, tidak hanya satu pihak. Penyelesaiannya pun kompleks karena ini efek domino,” tambahnya.

Selain tambang, adanya perkebunan liar juga menjadi penyebab keruhnya sungai Malili. Meski begitu, Andi Tabacina berjanji akan menganalisa penyebabnya.

“Aktivitas tambang juga dianggap berkontribusi ke keruhnya air. Juga akibat perkebunan liar oleh masyarakat. Nanti kami analisa penyebabnya”, tutup pesan Kadis DLH. (Er)