Demo Reformasi Jilid II PMII Kota Makassar Sempat Ricuh, Polisi Diduga Lakukan Intimidasi
JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Makassar, kembali menggelar aksi unjukrasa dengan grand issue, “Seret dan Adili Rezim Prabowo-Gibran”.
Aksi unjukrasa Reformasi Jilid II itu digelar dibawah jembatan Fly Over Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Rabu (17/06/2026).
Situasi sempat memanas saat peserta aksi terlibat saring dorong dengan aparat kepolisian ketika unjukrasa tengah berlangsung.
Ketua PMII Rayon Adab dan Humaniora Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Kota Makassar Periode 2024–2025 Adhe Syafutra S selaku koordinator aksi, mengecam keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian.
Ia menilai, tindakan represif dan intimidatif dari aparat kepolisian merupakan bentuk nyata pembatasan terhadap kebebasan warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang telah dijamin secara tegas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Oleh karena itu, segala bentuk tekanan terhadap peserta aksi dinilai bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
“Aksi demonstrasi merupakan bagian dari sosial kontrol yang dijamin oleh konstitusi. Jika terdapat tindakan intimidasi maupun represif terhadap massa aksi, maka hal itu tentunya bertentangan dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta hak warga negara yang menyampaikan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab,” ujar Adhe kepada wartawan.
Ia menambahkan, setiap tindakan yang menghalangi, menekan, atau membatasi ruang gerak aktivis mahasiswa bukan hanya mencederai semangat reformasi, tetapi juga berpotensi melanggar hak-hak sipil yang telah dilindungi oleh negara.
“Kami tegaskan bahwa gerakan kita hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang bertugas mengawal jalannya pemerintahan serta menyuarakan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, ruang demokrasi harus tetap dijaga agar kritik dan aspirasi masyarakat disampaikan tanpa tekanan maupun ancaman,” sebutnya.
Usai aksi di Fly Over, puluhan kader PMII Cabang Kota Makassar melakukan long march menuju pertigaan Jalan AP Pettarani – Sultan Alauddin.
Hingga berita ini diturunkan, situasi dan kondisi di beberapa ruas jalan di Kota Makassar khususnya di sekitaran Jalan AP Pettarani dan Sultan Alauddin terpantau macet akibat aksi unjukrasa dari elemen mahasiswa. (*)
Laporan : Tim
Editor : Budhy JH