www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Anniversary KGH Sulsel Ke-18, Erdin : Dari Biro Jasa Hingga Gerakan Sosial Kemasyarakatan

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Sejak didirikannya pada tanggal 5 Januari 2004 silam, Kiwal Garuda Hitam sangat dikenal dan identik sebagai organisasi yang bergerak di bidang biro jasa pengawalan dan pengamanan (Body Guard).

Hal itu tentunya memunculkan asumsi ditengah masyarakat bahwa Kiwal Garuda Hitam hanyalah organisasi yang terdiri dari sekumpulan pria berbadan besar dan kekar yang menggeluti profesi sebagai pengawal para pejabat atau pengusaha.

Menyikapi hal tersebut, di era masa kepemimpinan Erwin Nurdin, SE sebagai Ketua Umum Kiwal Garuda Hitam dari tahun 2011 hingga 2025 mendatang, dirinya mencoba melakukan terobosan baru dengan melebarkan sayap daripada organisasi yang dipimpinnya.

“Kiwal sejak didirikannya di tahun 2004 silam, hanya dikenal sebagai organisasi biro jasa pengawalan dan pengamanan saja. Padahal orang-orang yang berada didalam organisasi ini masing-masing memiliki kemampuan luar biasa yang tentunya akan lebih baik jika dipadukan. Makanya, di masa kepemimpinan saya, saya mencoba melakukan sesuatu hal yang baru, yang tentunya berdampak positif terhadap kemajuan organisasi ini,” ujar Erwin kepada JejakHitam.Com, Kamis (06/01/2022).

Erwin menjelaskan, organisasi ini awalnya hanya memiliki legalitas berdasarkan akte pendirian sebagai organisasi profesi dan terdaftar di Kesbangpol Sulsel.

“Selaku Ketua Umum saya berpikir, kalau hanya profesi ini saja yang digeluti, itu sama saja hanya mementingkan internal pengurus dan anggota Kiwal saja, tidak berafiliasi pada sosial kemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” terangnya.

Berdasarkan pemikiran itu, setelah kami adakan rapat pengurus tentang pengkajian perubahan AD/ART, yang dimana sebelumnya Kiwal memiliki kepanjangan dari Kompi Pengawal, itu dirubah menjadi Komando Inti Pengawal.

“Harus di fahami, bahwa kompi itu skalanya kecil, dengan jumlah keterbatasan personil. Sementara komando skalanya besar, tidak ada batasan. Oleh karena itu, kini Kiwal telah berubah nama menjadi Organisasi Kemasyarakatan Komando Inti Pengawal (Ormas Kiwal), yang secara sah telah diakui oleh negara berdasarkan surat keterangan terdaftar dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, dengan Nomor AHU – 0010041.AH.01.07. Tahun 2020,” ungkap Erdin sapaan akrabnya.

Saat ini, Ormas Kiwal Garuda Hitam selain sebagai organisasi profesi, juga fokus mengedepankan kegiatan kemanusiaan, sosial kontrol dalam mengawal kinerja pemerintah, serta membangun sinergitas dengan TNI POLRI, LSM, dan OKP, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Diketahui, dari tahun 2020 hingga 2021, Kiwal Garuda Hitam telah melebarkan sayap dengan membentuk berapa Majelis Pimpinan Cabang (MPC) di beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan, serta beberapa sayap organisasi lainnya.

“Dari awal tahun 2020 hingga 2021 kemarin, kami telah berhasil membentuk MPC Kiwal di beberapa Kabupaten/Kota di Sulsel, dan PAC ditingkatan Kecamatan se-Kota Makassar. Kami juga merangkul adik-adik Mahasiswa dengan memberinya ruang  dalam wadah Komando Perjuangan Mahasiswa (Kopma Kiwal), Rescue (SAR Kiwal) yang fokus pada kegiatan kemanusiaan khususnya musibah dan bencana alam, serta Media Online,” terangnya.

“Merubah paradigma masyarakat tentang apa dan siapa kita, itu sangatlah sulit. Tapi akan lebih sulit lagi jika kita tidak mau berbuat sesuatu hal yang baru demi kemajuan dan kebesaran organisasi kita. Inshaa Allah di tahun 2022 ini, bertepatan dengan milad Kiwal ke-18 tahun, kami berencana akan segera membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dan tidak tertutup kemungkinan, Kiwal akan merambah hingga ke beberapa Provinsi lainnya yang ada di Indonesia,” tutupnya. (Budhy)