www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Kantor Bank BTN Makassar di Geruduk Massa, Ini Sebabnya

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Mafia Perbankan, menggelar aksi unjukrasa di kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Makassar, Jalan Kajoalalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (16/06/2022) siang.

Pengunjuk rasa menuntut, pihak Bank BTN Cabang Makassar untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh seorang nasabahnya.

Tampak, sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan di bentangkan di halaman kantor bank milik pemerintah tersebut.

Jenderal lapangan aksi Hajir Longga, dalam sambutan orasinya mengatakan, bahwa aksi ini sebagai bentuk kekecewaan seorang nasabah yang telah dirugikan oleh pihak bank BTN Cabang Makassar.

“Kerabat kami telah menunaikan kewajibannya dengan melakukan pelunasan sekitar 2 (dua) tahun lalu. Namun anehnya, pihak bank sampai hari ini tidak pernah mau menyerahkan sertifikat tanah yang telah menjadi haknya sebagai nasabah. Ini pasti ada yang salah, harus diusut tuntas,” ungkap Hajir.

Ditengah aksi, pihak bank BTN meminta perwakilan dari pengunjukrasa untuk berdialog.

Pihak bank BTN yang menerima aspirasi mengakui, bahwa sertifikat (SHM) asli yang dimaksud tidak ada di bank tersebut. Pihak bank BTN pun berjanji akan segera memanggil pegawai yang bersangkutan.

Atas dasar itu, perwakilan massa aksi dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Mafia Perbankan, memberi ultimatum kepada pihak bank BTN Cabang Makassar untuk segera menuntaskan persoalan ini.

“Kami beri tenggak waktu 1 minggu persoalan ini harus segera dituntaskan, jangan lagi berlarut-larut. Apabila dalam waktu 1 minggu persoalan ini tidak selesai, maka kami pastikan akan kembali turun dengan jumlah massa aksi yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Sebelum bubar, Hajir kembali menekankan bahwa pihak Bank BTN jangan bermain-main dalam kasus ini. Karena perkara ini menyangkut kredibilitas dan nama baik bank BTN itu sendiri.

“Sekali lagi kami sampaikan, jangan ada yang coba bermain-main dalam kasus ini. Karena kami pastikan akan terus mengawal dan mengusut tuntas kasus ini hingga selesai. Ingat, ini menyangkut nama baik dan kredibilitas bank BTN sebagai bank milik pemerintah,” tutupnya. (*)

Laporan : Budhy
Penulis   : Budhy