www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Mahmud Suyuti Berikan Hak Jawab dan Klarifikasi Terkait Keberadaannya di THM

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Wakil Khatib Syuriah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Dr. Mahmud Suyuti, M.Ag, memberikan hak jawab dan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya berada disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM), pada Selasa (08/09/2026) dinihari kemarin.

Dalam pemberitaan yang viral dibeberapa kanal media menyebutkan, bahwa sang oknum kyai tersebut terlihat berada didalam sebuah room karaoke bersama sejumlah pemuda dan juga perempuan berpakaian terbuka (seksi) yang diduga seorang Ladies Companion (LC).

Menanggapi hal itu, Dr. Mahmud Suyuti M.Ag memberikan hak jawab dan klarifikasi.

“Betul, saya ada di tempat (THM) itu, lagi terima tamu dari Kalimantan,” kata Kyai NU Sulsel itu kepada jejakhitam.com, Rabu (09/09/2026) siang.

Dirinya bahkan tak menampik, bahwa ia memang berjoget saat berada didalam room karaoke tersebut.

“Kalau joget saya akui, tapi tidak minum, hanya sebatas menemani,” sambungnya.

Saat ditanya terkait keberadaan roda empat yang juga terlihat di lokasi, Mahmud Suyuti kembali memberikan penjelasan.

“Mobil yang bertuliskan stiker UIM Al Gazali Makassar, itu benar saya yang pakai dan itu atas sepengetahuan pimpinan,” sebutnya.

Ia bahkan menyebutkan, bahwa dirinya bukan kali pertama melakukan hal tersebut.

“Sebelum ini, di tanggal 14-20 Agustus 2026, saya juga menemani tamu dari PBNU atas nama Andi Sahibuddin (Wasekjen PBNU), beliau nginap di hotel Almadera yang kebetulan ada THM di lantai 1. Kami nginap di lantai 3 kamar 306. Tamu tersebut saya temani dan antar selama seminggu dengan menggunakan mobil kampus UIM atas izin rektor,” jelas Kyai NU itu.

Selain itu, kyai Mahmud Suyuti juga kerap mendapatkan voucher menginap gratis dari pihak hotel, apabila PWNU melaksanakan kegiatan keagamaan seperti FGD MUI.

“Saya sering dapat voucher nginap gratis dari manajemen hotel. Karena setiap ada kegiatan keagamaan seperti FGD MUI, saya merekomendasikan untuk berkegiatan di hotel, salah satunya di Almadera. Makanya saya biasa nginap bersama keluarga khususnya anak-anak dan istri,” terangnya.

Kyai NU Sulsel itu berharap, hak jawab dan klarifikasinya tersebut mampu menghapus stigma negatif masyarakat terkait pemberitaan yang sempat beredar luas.

Dirinya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya warga kota Makassar, apabila didalam pernyataannya ada narasi yang kurang sopan atau keliru.

“Demikian pernyataan hak jawab dan klarifikasi saya selaku pihak yang bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Semoga Allah SWT meridhoi dan merahmati kita semua, Aamiin YRA,” tutupnya. (*)

Sumber : Dr. Mahmud Suyuti, M.Ag
Editor : Budhy JH