www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Oknum Kyai NU Sulsel Terciduk Berdansa dengan LC di THM

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) — Seorang Kyai yang juga merupakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan berinisial MS, sontak menjadi sorotan saat dirinya terciduk tengah berada disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM) pada Selasa (08/00/2026) dinihari, sekitar pukul 01.00 WITA.

Oknum Kyai tersebut terpantau berada didalam sebuah room karaoke bersama sejumlah pria dan perempuan yang diduga Ladies Companion (LC).

Saat di konfirmasi, MS mengakui keberadaannya di tempat (THM) tersebut. Ia beralasan bahwa dirinya sedang menerima tamu dari Kalimantan.

“Iya betul, dan itu dalam rangka terima tamu dari Kalimantan,” kata MS dikutip dari laman Suaraham.com.

MS juga mengakui, bahwa dirinya sempat berdansa dengan seorang perempuan yang diduga LC.

“Saya tidak minum, hanya teman-teman yang minum. Kalau berdansa, saya akui memang benar,” katanya kepada awak media saat ditemui disalah satu warkop di Jalan Toddopuli, Selasa (08/09) malam, sekitar pukul 20:30 WITA.

Tak hanya itu, di sekitar lokasi awak media juga menemukan sejumlah kendaraan roda empat yang menggunakan stiker bertuliskan UIM Al Gazali Makassar, dengan nomor polisi DD 148 XBP dan DD 1835 UIM.

Keberadaan kendaraan tersebut kemudian di konfirmasi kembali kepada MS. Dan lagi-lagi oknum Kyai itu membenarkan bahwa kendaraan tersebut merupakan fasilitas kantor.

“Iya memang betul. Kendaraan roda empat (DD 1835 UIM) itu mobil kantor, kalau yang satu saya belum tau, siapa tau ada kegiatan diatas,” katanya.

Pengakuan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan lanjutan mengenai penggunaan fasilitas kantor diluar kegiatan kedinasan. Pertanyaan itu penting karena menyangkut penggunaan aset atau fasilitas institusi.

Saat ditanya terkait keberadaannya didalam THM, MS mengakui bahwa dirinya cukup sering berada di tempat karaoke.

Bahkan ia mengatakan, bahwa dirinya sering ke tempat karaoke bersama keluarga dan kerap mendapatkan voucher atau fasilitas menginap dari salah seorang manajer hotel yang disebutnya memiliki hubungan keluarga.

“Jadi terkait itu, saya akui sering. Bukan hanya di tempat semalam, di tempat lain juga akan tetapi bersama keluarga. Jadi manajer hotel itu ada hubungan keluarga dengan saya. Makanya saya biasa dapat voucher,” ujar MS.

Keterangan oknum Kyai itu sekaligus menjadi bagian dari klarifikasi mengenai kebiasaannya mendatangi tempat hiburan.

Namun MS tak menampik, bahwa keberadaannya di THM pada malam itu adalah merupakan sebuah keteledoran.

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena dirinya datang tanpa didampingi keluarga.

“Saya akui ini adalah keteledoran saya, karena datang tidak bersama dengan keluarga,” jelasnya.

Terkait posisinya sebagai pengurus PWNU Sulsel, MS menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak memiliki hubungan dengan organisasi.

“Terkait kejadian semalam, tidak ada hubungannya dengan NU. Saya hanya diundang oleh keluarga dari Kalimantan dan hal itu wajar-wajar saja karena kami laki-laki dan hanya manusia biasa, bukan malaikat,” terangnya.

Diketahui, MS merupakan salah satu Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan dengan jabatan Wakil Khatib Syuriah PWNU Sulsel masa khidmat 2024–2029.

Selain itu, MS juga tercatat aktif sebagai tenaga pengajar (dosen) di Universitas Islam Makassar (UIM).

Hingga berita ini dilayangkan, redaksi tetap membuka ruang hak jawab atau klarifikasi terkait pemberitaan. (*)

Laporan : Tim
Editor : Budhy JH