www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa
iklan arya 2

Razia Pajak Kendaraan Moge Minim, Lidik Pro Maros : Bapenda Sulsel Terkesan Tebang Pilih

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Sekitar 50 hingga 90% motor gede (Moge) yang beroperasi di Sulawesi Selatan, diduga kuat tidak memiliki kelengkapan surat-surat alias bodong.

Itu dibuktikan dengan jarangnya bahkan bisa dikatakan tidak pernah ada razia pajak kendaraan kepada pemilik kendaraan yang kebanyakan para kaum hedonis itu.

Atas dasar itulah Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Kabupaten Maros, menyoroti kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan, yang terkesan tebang pilih dalam melakukan penindakan/razia.

“Ini jadi fenomena tersendiri, karena hampir tiap minggu motor kecil dirazia pajak dan dipaksa untuk membayar pajak apabila tidak akan dikenakan tilang. Sementara motor gede (Moge) yang bahkan bisa melenggang dengan santai dijalan Tol, itu tidak pernah di razia terkait pajak maupun kelengkapan surat-suratnya,” ucap Ismar Ketua Lidik Pro Kabupaten Maros, Selasa (27/09/2022).

Lanjut Ismar menuturkan, bahwa pemerintah membuat berbagai macam inovasi seperti penghapusan denda pajak, denda BBN akan tetapi khusus untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah, sementara kalangan atas yang memiliki kendaraan Moge tidak tersentuh sama sekali.

“Ini sama saja tajam kebawah tapi tumpul keatas. Pemerintah membuat program baik itu penghapusan denda pajak, denda BBN, hanya untuk menarik minat masyarakat kalangan menengah kebawah untuk membayar pajak tepat waktu. Sementara Moge sama sekali tidak tersentuh. Bayangkan saja, pajak setahun Moge itu setara dengan pajak mobil minibus. Kalau ini tidak dikejar, berapa banyak kerugian pemerintah, berapa banyak APBD yang bisa ditarik dari kendaraan Moge,” jelasnya.

Terpisah, saat di konfirmasi perihal fenomena kewajiban pajak kendaraan Moge tersebut, Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Selatan HA. Sumardi Sulaiman kepada wartawan mengatakan, agar persoalan itu dibicarakan di kantornya.

“Kekantorki ndi, kita diskusikan bersama terkait hal itu,” tuturnya. (*)

 

Sumber : JournalistIndependent.Com
Penulis  : Budhy