www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Kendaraan Operasional Tambang Picu Kecelakaan, Ketua MPC KIWAL Maros Beri Sorotan Keras

JEJAKHITAM.COM (MAROS) – Aktivitas penambangan ilegal yang kian marak di Kabupaten Maros, kerap menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan lalulintas.

Seperti yang terjadi di Jalan Poros Kassi-Kassi – Batu Lotong, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Rabu (16/09/2026) kemarin, sekitar pukul 10.00 WITA, yang melibatkan sebuah mobil Dump Truk Toyota Dyna dan sepeda motor Yamaha RX King.

Menanggapi insiden itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Kiwal Garuda Hitam Kabupaten Maros, Andi Baso Mananring S.Sos, angkat bicara.

Menurutnya, aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk di lokasi tambang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas khususnya keselamatan pengguna jalan.

“Jangan sampai keselamatan masyarakat pengguna jalan terabaikan dengan adanya aktivitas pertambangan. Kalau memang ada kendaraan berat yang menggunakan atau berhenti di badan atau bahu jalan, itu harus segera ditertibkan,” ujarnya.

Andi Baso juga menyoroti lemahnya pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum (APH) bersama pihak terkait, perihal banyaknya aktivitas pertambangan di wilayah tersebut yang diduga tidak mengantongi izin resmi dan kerap membuat arus lalu lintas terganggu.

“Kalau ada tambang yang tidak memiliki izin, segera periksa dan tindak sesuai aturan. Jangan tunggu jatuh korban atau terjadi kecelakaan baru mau bertindak,” sebutnya.

Andi Baso menegaskan, pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) tidak boleh mengabaikan persoalan keselamatan para pengguna jalan, karena kawasan tersebut juga menjadi lokasi aktifitas ekonomi warga.

“Keselamatan pengguna jalan adalah skala prioritas. Kegiatan usaha mereka juga tetap harus berjalan sesuai ketentuan, termasuk penggunaan akses jalan umum dan mobilitas kendaraan bertonase besar,” tegasnya.

Ketua MPC KIWAL Maros itu juga meminta kepada seluruh pihak yang melakukan aktivitas di sekitar jalur Kassi-Kassi – Batu Lotong untuk memperhatikan keselamatan pengendara, termasuk memastikan kendaraan berat untuk tidak mengganggu ruang lalu lintas.

“Jalan umum adalah fasilitas yang digunakan masyarakat. Jangan sampai kepentingan aktivitas tertentu justru membuat pengguna jalan lain berada dalam kondisi yang membahayakan,” imbuhnya.

Andi Baso berharap, langkah konkrit segera dilakukan agar jalur tersebut tidak kembali menjadi lokasi kecelakaan dan masyarakat dapat menggunakan jalan itu dengan aman.

“Kami berharap, pemerintah bersama seluruh pihak terkait untuk segera menyikapi persoalan tersebut demi kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan,” tutupnya. (*)

Laporan : Biro Maros
Editor : Budhy JH