www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa
iklan arya 2

Kongres PMII ke-XX Sarat Interfensi Parpol. Dimana Independensi PMII?

MAKASSAR – Perhelatan pemilihan pimpinan tertinggi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang di gelar setiap 2 (dua) tahun sekali melalui arena kongres, kali ini mendapat respon beragam dari kader-kader pergerakan se-Indonesia.

Pasalnya, Kongres PMII ke-XX yang telah di selenggarakan dari tanggal 17 Maret 2021, hingga saat ini belum mencapai hasil putusan atas siapa yang terpilih untuk menahkodai organisasi kemahasiswaan berlambang perisai bintang 9 (sembilan) tersebut.

Aktivis lingkungan dan penggiat sosial kemasyarakatan yang juga merupakan mantan pengurus PMII Cabang Makassar periode 2010-2012, Muh. Budhy menanggapi hal tersebut.

Menurutnya, kongres PMII ke-XX kali ini gagal dan kehilangan independensinya.

Budhy mengungkapkan, terjadinya kisruh di kongres PMII ke-XX kali ini, itu tidak terlepas dari kepentingan dan campur tangan partai-partai politik, yang mencoba menggiring independensi PMII.

“Kongres PMII kali ini ternoda dengan adanya tendensi politik dan interfensi parpol. Independensi PMII sudah tidak nampak. PMII harus segera di selamatkan, kasihan kader-kader yang sudah berupaya menjaga marwah pergerakan organisasi. PMII harus kembali ke khittahnya.” Ungkap Budhy kepada media, saat ditemui disalah satu cafe di Makassar, Selasa siang (23/03/2021).

Menurutnya, salah satu penyebab timbulnya kisruh di kongres PMII kali ini, juga adalah di berlakukannya sistem zonasi pemilihan.

“Baru kali ini, kongres PMII di bagi zona. Kan timbul pertanyaan ada apa dan kenapa? Ini salah satu pemicu kacaunya kongres kali ini.” Ujar alumni UMI ini.

Seperti yang telah di beritakan oleh beberapa media sebelumnya, bahwa sempat terjadi keributan di arena kongres, termasuk di zona 6 Kendari. Keributan terjadi karena panitia lokal dianggap tidak becus dalam persoalan registrasi peserta. Ditambah lagi dengan adanya kecurigaan bahwa panitia lokal di tiap zona, ada main mata dengan kandidat ketua umum PB PMII.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan akan di adakan pemilihan, sementara batas waktu pelaksanaan kongres sudah lewat dari jadwal yang telah di tentukan.

Pentolan PMII ini berharap, semoga kekisruhan di tubuh organisasinya bisa segera terselesaikan, dan segera mungkin di adakan pemilihan.

“Saya pribadi berharap, semoga kader-kader PMII yang lagi berkongres, tetap mengedepankan cara-cara yang beretika dalam menyelesaikan konflik internal. Dan semoga yang terpilih nantinya, itu bisa membawa perubahan besar bagi PMII agar jauh lebih baik kedepannya.” Harapnya. (Tim)