www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Kematian Anaknya Dirasa Janggal, Benny Nurdin : Anakku BNY Tidak Bunuh Diri

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Kasus tewasnya siswa kelas VIII SMP Islam Athirah Makassar Basman Naufar Yasykura (15), yang ditemukan tergeletak di lapangan sekolahnya pada Rabu (24/05/2023) pagi lalu, masih terus dipertanyakan oleh pihak keluarga.

Pasalnya, pihak keluarga melihat banyak kejanggalan atas kematian putra bungsu dari Pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu. Meski, pihak Kepolisian telah menyampaikan bahwa korban diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 8 gedung sekolahnya.

“Sampai hari ini, saya masih yakin bahwa anak saya BNY tidak bunuh diri,” ucap Benny Yusuf Nurdin didampingi sang istri saat ditemui awak media, pada Selasa (30/05/2023) kemarin.

Bahkan Benny mengaku bahwa dirinya sudah mendatangi sekolah anaknya itu dan memantau lokasi kejadian tempat korban BNY ditemukan meninggal.

“Saya dari sekolahnya memastikan seperti apa lokasi kejadiannya. Saya melihat sesuai yang diberitakan kemarin bahwa ada lantai 8,” pungkasnya.

Benny mengungkapkan, kedatangannya ke Sekolah Islam Athirah Makassar hanya untuk memastikan lokasi tempat barang-barang anaknya tercecer, seperti sepatu dan tasnya. Termasuk memantau tempat anaknya diduga melompat.

“Kalau saya lihat, di lantai 8 itu memang ada tangga tapi tidak ada tempat untuk melompat. Jadi tidak mungkinlah, karena saya juga bertanya disana dan tidak ada yang melihat (kalau anak saya BNY naik ke lantai 8 menggunakan tangga),” ungkapnya.

Menurutnya lanjut Benny menuturkan, tidak ada bukti-bukti yang jelas yang memperlihatkan bahwa korban BNY naik ke rooftop sekolahnya kemudian melompat. Hal itulah yang menambah keraguannya selaku orang tua jika putranya dikatakan bunuh diri. Ditambah lagi CCTV di lantai 8 sekolahnya itu ternyata tidak berfungsi.

“Saya makin tidak yakin kalau anak saya sampai senekat itu untuk bunuh diri, karena tidak ada bukti kuat. Apalagi CCTV di lantai 8 ternyata tidak berfungsi, entah itu karena rusak atau sengaja dirusaki,” tuturnya.

“Kalau di pihak kami, saya selaku bapaknya dan yang paling dekat dengan korban adalah ibunya, tahu persis bagaimana karakter anak kami BNY,” tambahnya dengan raut wajah sedih.

Benny berharap, pihak Kepolisian jajaran Polda Sulsel serius dan profesional dalam mengungkap kasus kematian BNY.

“Saya berharap polisi serius dan profesional dalam menyelidiki kasus kematian anak kami BNY. Sebab banyak sekali kejanggalan yang ditemukan. Dan saya tegaskan, jika Kepolisian Polda Sulsel tidak mampu mengungkap fakta sebenarnya penyebab kematian anak kami, maka kasus ini akan saya bawa hingga ke Mabes Polri,” tutupnya. (*)

 

Laporan : Tim
Penulis   : Budhy