www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa
iklan arya 2

Lecehkan Profesi Jurnalis, Kadisnaker Makassar Sebut Wartawan Online “Plagiat”

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Makassar Nielma Palamba SH.,M.AP, diduga telah melakukan tindakan pelecehan profesi jurnalistik atau wartawan.

Hal itu disampaikan oleh Syahruddin, salah satu wartawan media online yang saat itu bertandang ke kantor Disnaker Kota Makassar untuk menanyakan perihal pengajuan proposal kerjasama media yang telah diajukannya.

Namun bukannya mendapatkan jawaban yang baik, Syahruddin justru terima jawaban menohok dan terkesan melecehkan profesinya.

“Kami tidak menerima media online. Kami hanya bermitra dengan media cetak, TV dan radio. Saya kan juga punya media online sendiri, jadi untuk apa. Lagian juga para wartawan online tidak bekerja, dia ambil berita di humasku, tidak meliput langsung, itu kan Plagiat namanya,” kata Syahruddin menirukan ucapan Kadisnaker Nielma Palamba, Rabu (02/08/2023).

Syahruddin menuturkan, bahwa saat dirinya kembali menanyakan berapa jumlah media online yang bekerjasama dengan Disnaker Kota Makassar, Nielma Palamba SH.,M.AP justru hanya asyik bersolek, keluar masuk toilet sambil berceloteh seakan tak menghargai satu sama lain.

Syahruddin mengungkapkan, bahwa ucapan dan tindakan Kadisnaker Kota Makassar Nielma Palamba, sangat tidak berbanding lurus dan tidak sejalan dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sementara diketahui bersama, bahwa demi kemajuan dan perkembangan informasi, hal tersebut seharusnya di publish untuk umum dan sejalan dengan pesan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang telah menyebutkan bahwa jika Ada SKPD yang menghindari media, pasti SKPD nya itu mundur.

Syahruddin berharap, kedepannya kejadian yang dialaminya tidak dialami oleh rekan-rekan jurnalis yang lain, khususnya wartawan online. Dirinya juga meminta Kadisnaker untuk lebih bijak menyikapi koreksi dan senantiasa membuka ruang bagi pewarta yang datang melakukan kunjungan tanpa harus menyinggung perasaan apalagi melecehkan profesinya. (*)

Laporan : Tim
Penulis   : Budhy