www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Tolak Kedatangan Menteri Perekonomian, Mahasiswa Dibubarkan Paksa Sekelompok Orang Berpakaian Preman

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Peduli Ekonomi Indonesia, menggelar aksi unjukrasa di depan Hotel Claro, Jalan AP. Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jum’at (11/03/2022).

Aksi itu terkait menolak kedatangan Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto, yang dianggap gagal dalam menstabilkan sistem perekonomian bangsa, khususnya dimasa pandemi.

Diketahui, kedatangan Menteri Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) itu, dalam rangka menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional Partai.

Tampak spanduk dibentangkan oleh massa aksi yang bertuliskan “Matinya perekokomian Indonesia, Airlangga bisa apa”. Pengunjukrasa pun melakukan orasi secara bergantian.

Koordinator lapangan aksi Erwin, dalam orasinya mengungkapkan bahwa, aksi ini adalah gerakan strategis yang terkonsolidasi secara sistematis dan masif.

“Jika ada yang mencoba mengintimidasi aksi kami, apalagi dengan cara-cara premanisme, maka kami anggap itu adalah pembegalan terhadap demokrasi,” jelas Erwin.

Erwin menegaskan, agar pemerintah segera menstabilkan dan menormalisasi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya minyak goreng yang saat ini mengalami kelangkaan.

Tak berselang lama, sejumlah orang berpakaian preman mendatangi massa aksi dengan maksud meminta agar aksinya dihentikan. Tampak juga beberapa orang yang mengenakan atribut sayap partai yakni AMPG, ikut berdialog dengan pengunjukrasa didepan pintu masuk hotel.

Sempat terjadi adu mulut antara pendemo dan orang-orang yang berpakaian preman dan yang mengenakan atribut AMPG itu, namun berhasil diredam oleh aparat Kepolisian yang saat itu juga berada di lokasi. Jelang maghrib, massa aksi pun membubarkan diri.

Namun sekitar pukul 21.06 Wita (Jum’at malam), massa aksi dari Aliansi Aktivis Peduli Ekonomi Indonesia, kembali mendatangi lokasi aksi (depan pintu masuk hotel Claro), dan kembali melakukan orasi. Mereka kembali menyuarakan apa yang sebelumnya menjadi tuntutannya, sambil kembali membentangkan spanduk yang dibawanya didepan trotoar jalan.

Pada pukul 21.25 Wita, sekitar 5 orang berpakaian preman mendatangi massa aksi dengan cara membentak dan merampas spanduknya. Mereka bahkan mengejar dan memukul para pengunjuk rasa, dan berkata “siapa yang suruhko demo”.

Dari video yang beredar luas, pengunjukrasa mendapatkan intimidasi dari orang-orang yang diduga preman bayaran itu.

Berikut videonya : 

(Penulis : Budhy)