www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Unjukrasa Berujung Penembakan, Bogin : Copot Kapolres Bima dan Evaluasi Jajaran Polda NTB

JEJAKHITAM.COM (BIMA – NTB) – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Petani Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi korban tindakan represif aparat Kepolisian saat tengah menggelar aksi unjukrasa. Insiden yang terjadi pada Sabtu (04/12/2021) kemarin, mengakibatkan 1 (satu) orang dari massa aksi terkena luka tembak.

Tampak dalam video yang direkam oleh salah satu massa aksi, memperlihatkan seorang pemuda diangkat beramai-ramai. Diduga, pemuda itu adalah korban dari tindakan represif oknum aparat Kepolisian Polres Bima.

Menangggapi hal itu, Ketua Kopma Kiwal Garuda Hitam Sulawesi Selatan, Bogin Wijaksana, angkat bicara.

Menurutnya, tindakan represif oknum aparat Kepolisian terhadap sekelompok massa aksi Aliansi Petani Kabupaten Bima, adalah bentuk tindakan kekerasan dan termasuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

“Insiden di Kecamatan Bola, Kabupaten Bima itu harus diusut tuntas. Oknum aparat Kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan terhadap pengunjukrasa, harus di proses sesuai hukum yang berlaku,” ucap Bogin kepada media JejakHitam.Com, Minggu (05/12/2021).

Bogin menjelaskan, tindakan represif aparat Kepolisian saat mengamankan aksi unjukrasa itu, mengakibatkan s<span;>alah satu massa aksi terkena luka tembak di bagian leher sebelah kiri.

“Korban sampai sekarang masih dirawat di UGD RS Kota Bima. Tentunya tindakan arogansi Kepolisian itu telah mencederai UU no. 2 tahun 2002 tentang tupoksi dari Kepolisian itu sendiri,” jelasnya.

Bogin menyayangkan tindakan represif aparat Kepolisian saat mengamankan aksi unjukrasa, karena itu adalah merupakan bentuk pelanggaran HAM dan intervensi kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.

“Undang-undang tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum, itu dicederai oleh ulah oknum aparat Kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap massa aksi,” pungkasnya.

Dirinya mengugkapkan, sebagai asli putra daerah, ia akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas bersama-sama dengan aktivis Pemuda Bima lainnya.

“Kasus ini akan terus kami kawal hingga tuntas. Saya bersama rekan-rekan aktivis Bima lainnya, akan melayangkan surat ke Bapak Kapolri terkait insiden penembakan ini, untuk segera mengevaluasi jajaran Polda NTB. Kami juga meminta kepada Kapolda NTB untuk segera mencopot Kapolres Bima dan menangkap anggotanya yang melakukan penembakan, sebagai bentuk penegakan supremasi hukum dan sikap tegas dari seorang pimpinan,” tutup Bogin. (Budhy)