www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Video Ngamuknya Viral, LSM PERAK Desak Kepolisian dan BNN Periksa RTQ

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Pasca beredarnya video oknum anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Rahmat Taqwa Qurais (RTQ) yang mengamuk ditempat umum, sontak mendapat perhatian khusus dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) Indonesia.

Bukan tanpa sebab, LSM Perak Indonesia menilai bahwa aksi tak terpuji RTQ itu sama sekali tidak mencerminkan sebagai sosok wakil rakyat.

Hal itu dikemukakan oleh Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, Andi Sofyan.

Menurutnya, berdasarkan saksi-saksi di tempat kejadian dan dokumentasi video, bahwa anggota dewan tersebut saat itu diduga sedang mabuk berat bersama teman-teman dan rekan wanitanya hingga mengakibatkan mereka melakukan hal-hal diluar kendali.

“Patut diduga bahwa yang bersangkutan diduga kuat masih mengkonsumsi narkoba. Yang jelas yang dipertontonkan sangat menyimpang dari posisinya sebagai anggota dewan yang terhormat,” ujar Andi Sofyan dalam keterangannya kepada media ini, Jum’at (03/11/2023) sore.

“Sangat disayangkan, seorang wakil rakyat berbuat brutal seperti itu, bukannya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, ini malah bertingkah seperti preman,” tambahnya.

Lebih lanjut Andi Sofyan menjelaskan, bahwa saat kejadian RTQ sempat dilerai oleh salah satu rombongannya. Namun bukannya berhenti, RTQ justru malah makin brutal bahkan malah yang melerainya juga hampir dapat pukulan.

“Sempat dilerai oleh anggotanya, tapi pak RTQ ini malah tambah brutal. Parahnya lagi, warga sipil yang dia temani berseteru robek bajunya karena kebrutalannya,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Andi Sofyan menduga kebiasaan buruk dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu telah dilakukannya lagi. Ia juga menyampaikan ke awak media akan mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengusut dan memeriksa Rahmat Taqwa Qurais (RTQ).

“Kami segera koordinasikan dengan pihak APH dan BNN apakah kejadian tersebut layak dijadikan atensi sebagai laporan awal atau bukti petunjuk,” tegas Andi Sofyan.

Ia pun mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan tim investigasi untuk menyelidiki RTQ.

“Kami juga akan menyiapkan tim untuk melakukan investigasi apakah Anggota Dewan tersebut masih mengkonsumsi narkoba atau sudah benar-benar berhenti,” pungkasnya.

Hingga berita ini dilayangkan, belum ada tanggapan dari politisi partai PPP itu, meski telah di konfirmasi via telepon dan WhatsApp. (*)

Laporan : Tim
Penulis   : Budhy