www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Berjarak Hanya 19 Meter, Keberadaan Depo Pertamina Makassar Ancam Keselamatan Dan Kesehatan Warga

JEJAKHITAM.COM (MAKASSAR) – Depo Pertamina Makassar yang berada di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, kini mulai disoroti berbagai pihak, salah satunya Public Policy Network (Polinet).

Berdasarkan hasil risetnya, Pertamina diduga kuat telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP), karena membangun Depo yang berjarak hanya 19 meter dari pemukiman warga.

Dalam keterangannya, Direktur Polinet Rizal Fauzi menerangkan, bahwa Pertamina telah melanggar ketentuan dari American Petroleum Institute (API) yang selama ini menjadi acuannya. Dimana, jarak minimum pembangunan Depo berdasarkan ketentuan API, itu minimal 60 meter dari pemukiman warga.

“Jarak minimumnya kan 60 meter, itu berdasarkan ketentuan dari API yang selama ini menjadi acuan dari Pertamina itu sendiri. Berarti Pertamina dengan sengaja telah melanggar SOP,” terang Rizal Fauzi saat di konfirmasi via selulernya, Minggu (25/06/2023) malam.

Ia mengungkapkan, keberadaan Depo Pertamina yang cukup dekat dengan pemukiman warga, sangatlah beresiko dan mengancam keselamatan serta kesehatan warga yang berada disekitar lokasi tersebut.

“Kondisinya sangat rawan. Itu juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga seperti gangguan pernafasan, pusing, dan hilang kesadaran,” ungkap Rizal.

Selain itu lanjut Rizal menuturkan, bahwa keselamatan warga juga terancam jika sewaktu-waktu Depo Pertamina Makassar itu meledak.

Sementara itu, Norma Parkasi yang bermukim disekitar lokasi tersebut mengaku was-was dengan keberadaan Depo Pertamina Makassar yang berjarak cukup dekat dari rumahnya itu.

“Kita semua (warga disini) setiap saat merasa ketakutan, khawatir dan was-was,” ujarnya kepada wartawan.

Norma menjelaskan, bahwa dirinya bersama warga yang lain lebih dahulu bermukim di wilayah tersebut ketimbang keberadaan Depo Pertamina Makassar.

“Jauh sebelum Depo Pertamina itu berdiri, kami sudah tinggal duluan di wilayah ini,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Polinet Rizal Fauzi dalam kegiatan Ekspose Riset mengatakan, jika kondisi tersebut tidak segera di tindak lanjuti, berarti Pertamina dengan sengaja telah mengabaikan keselamatan dan kesehatan warga karena turut mendiamkan ancaman.

“Pertamina jangan terjebak dalam opini, dalam artian baru ada kejadian baru sibuk mengevaluasi,” ucapnya dikutip dari laman UpdateSulsel.News, saat kegiatan Ekspose Riset beberapa waktu lalu. (*)

 

Laporan : Tim
Penulis   : Budhy