www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Terungkap Sejumlah Proyek di Jeneponto Diduga Bermasalah

JENEPONTO — Laskar Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ( LPKRI ) Sulawesi Selatan menyoroti sejumlah proyek yang ada di Jeneponto.

Ketua DPW LPKRI Sulsel Supriadi Tompo alias Kartom menyoroti semua kegiatan proyek yang ada di Jeneponto. Menurutnya, hampir semua proyek yang ada Butta Turatea diduga bermasalah.

Kepada media, Kartom menyikapi jika masalah dugaan korupsi ada yang belum ditindaklanjuti, dan ada yang belum terselesaikan dipenegak hukum (2/12/2020). Dirinya meminta kepada penegak hukum agar proyek yang diduga bermasalah tersebut segera diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Supriadi Tompo mengungkap proyek yang diduga bermasalah tersebut diantaranya, yakni proyek pembangunan pasar Lassang-Lassang. Menurutnya, sampai saat ini belum selesai dipenegak hukum (2/12/2020).

Selain itu, ada pula kasus daun kelor atau dugaan penyalagunaan anggaran dana APBD 2018 yang melibatkan oknum pejabat teras Pemkab Jeneponto yang sampai saat ini belum jelas penyidikannya.

Tak hanya itu Supriadi Tompo juga menyoroti proyek sumur bor yang diduga banyak melibatkan oknum ASN. Mereka diduga terlibat langsung mengerjakan proyek.

Dia juga menyinggung adanya permasalahan pembebasan lahan PLTU di Punagaya, pembebasan lahan Waduk Kelara Kareloe, Kube dan Rutilahu di dinas sosial tahun 2017, dan perumahan Gepeng, serta dugaan penyalahgunaan wewenang pengadaan alat kantor desa dibeberapa desa yang ada di Jeneponto untuk anggaran 2015.

Tompo juga membeberkan dugaan pelanggaran pada rehabilitasi kantor perpustakaan pada anggaran 2019 yang diduga bermasalah. Dia menganggap anggaran rehabilitasi lebih tinggi daripada pembangunan awal.

Adapula proyek pembangunan jembatan Bosalia dan retribusi pasar di Karisa terindikasi dikorupsi 800 juta pertahun. (*/IJ)