www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Wakil Ketua II DPRD Lutim Bergaya Preman, Rudi : “Kita Usut, Bikin Malu Orang Luwu”

JEJAKHITAM.COM (LUWU TIMUR) – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Komando Wilayah Luwu Raya, menggelar aksi unjukrasa didepan kantor DPRD Kabupaten Luwu Timur, yang kemudian dilanjutkan di depan jalan Trans Sulawesi, pada Jum’at (06/05/2022) siang kemarin.

Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas terjadinya kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur dari fraksi PAN inisial US bersama supirnya, terhadap salah satu kader GAM Komando Wilayah Luwu Raya, yang juga merupakan pengawas di SPBU Wasuponda.

Tampak di lokasi, pengunjukrasa melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk tuntutan dan aksi bakar ban.

Rudi Arianto yang merupakan pendiri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Komando Wilayah Luwu Raya, yang juga sebagai korban tindakan dugaan penganiayaan, dalam orasinya mengatakan, bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan terhadap dirinya tersebut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Seorang oknum anggota legislatif harusnya bisa memberi contoh yang baik bagi masyarakatnya, bukan malah memperlihatkan sikap arogansinya sebagai seorang wakil rakyat,” ucap Rudi.

Ia sangat menyayangkan, tindakan arogan dan premanisme yang dipertontonkan oleh oknum Wakil Ketua DPRD itu bersama supirnya.

“Apa yang dilakukan oleh oknum anggota dewan yang terhormat itu sangatlah tidak pantas, apalagi sampai melontarkan kata-kata kasar. Itu telah membuat rendah dirinya sebagai seorang wakil rakyat, terlebih lagi sikap arogansinya itu sangat bikin malu orang Luwu,” pungkasnya.

Saat di konfirmasi oleh JejakHitam.Com, Rudi menceritakan kembali koronologis kejadiannya.

“Awalnya pak Dewan kita yang terhormat itu, datang ke SPBU Wasuponda menggunakan mobil hitam berplat merah (Dinas), dan meminta untuk segera diisikan BBM emergency jenis Pertalite. Namun karena belum tersedia, akhirnya operator kami berikan penjelasan. Bukannya diterima, pak dewan tersebut justru marah-marah. Terlihat adu mulut antara operator kami dan si oknum anggota dewan itu, akhirnya saya hampiri untuk kembali memberikan penjelasan,” ungkap Rudi, Sabtu (07/05/2022) sore.

Lanjut ia menuturkan, bahwa dirinya sempat memberikan penjelasan bahwa untuk saat ini BBM jenis Pertalite belum tersedia karena izinnya lagi diurus. Namun lagi-lagi bukannya ditanggapi baik, oknum anggota DPRD tersebut justru makin emosi dan melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

“Saya kembali jelaskan, bahwa ini SPBU baru dan izinnya lagi diurus. Eh, oknum anggota dewan itu justru tambah emosi dan memukul saya (menampar) sambil melontarkan kata-kata “kau tidak tau siapa saya”, tapi untungnya saya menghindar jadi tidak sempat kena. Tidak lama kemudian, supirnya turun dari mobil dan langsung menghampiri saya sambil berkata kasar dan tidak senonoh, “eh t….o, kau tidak kenal siapa ini”. Setelah itu, supirnya spontan memukul saya dan mengenai lengan kiri atas, serta menendang paha saya sebanyak 1 kali,” jelasnya.

Hal itu pun dibenarkan oleh 2 orang saksi mata yang berada di lokasi pada saat kejadian, saat kru kami melakukan wawancara terhadap keduanya. Selain itu, bukti hasil rekaman CCTV yang ada di SPBU juga menjadi alat bukti kuat terjadinya tindakan dugaan penganiayaan itu.

Rudi menambahkan, bahwa kasus ini telah ia laporkan ke pihak Polres Luwu Timur untuk ditindak lanjuti. Pihaknya berharap, aparat penegak hukum (APH) bisa bertindak profesional dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Kami meminta Kepolisian agar bertindak profesional dalam menyelesaikan kasus ini. Jangan karena oknum terlapor itu adalah seorang anggota dewan, sehingga hukum tidak bisa ditegakkan,” tegasnya.

Rencananya, Rudi bersama GAM Komando Wilayah Luwu Raya, akan kembali menggelar aksi unjukrasa dengan jumlah massa yang jauh lebih besar pada hari Senin mendatang di halaman kantor DPRD dan Mapolres Luwu Timur.

Pihaknya akan mendesak Badan Kehormatan DPR untuk segera memberikan sanksi tegas kepada oknum Wakil Ketua DPRD inisial US, yang telah bertindak arogan bak preman bersama supirnya, dan juga atas pelanggaran kode etik sebagai seorang wakil rakyat. (Tim)