www.jejakhitam.com
Tajam Mengungkap Peristiwa

Sebanyak 20 Orang Terduga Teroris, Dua Tewas Dan Seorang Dirawat

MAKASSAR – Sebanyak 20 terduga teroris di Makassar, dikejar dan telah ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

M. Rizaldi (44) dan Sanjai Ajis (22), pun diantara terduga teroris tersebut yang tewas ditembak, di Perumahan Villa Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, Rabu 6 Januari 2021 pagi.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Drs. Merdisyam, M.Si mengungkapkan, “Hingga saat ini total ada 20 terduga teroris yang ditangkap di Kota Makassar. Jumlah tersebut termasuk dua terduga teroris yang tewas di tembak, yakni M. Rizaldi (44) dan Sanjai Ajis (22).

“Ini yang diamankan seluruhnya 20 orang, termasuk dua terduga teroris yang tewas tertembak,” ungkap Irjen Pol. Merdisyam kepada awak media di Perumahan Villa Mutiara Biru, Rabu (06/01/2021).

Irjen Pol. Merdisyam menjelaskan, “Selain dua terduga teroris yang tewas, juga ada seorang terduga teroris yang mengalami luka tembakan dan kini tengah dalam perawatan medis. Sementara 17 orang lainnya sudah di amankan,” jelasnya.

M. Rizaldi dan Ajis terpaksa ditembak mati karena memberikan perlawanan saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan dan penangkapan di Perumahan Villa Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, sekitar pukul 06.00 Wita pagi.

Identitas ke 18 terduga teroris lainnya, belum diungkapkan oleh pihak Kepolisian. Dua terduga teroris yang tewas tersebut berstatus mertua dan menantu. Kesemua terduga teroris itu merupakan pendukung khilafah ISIS.

Kesemuanya merupakan jaringan JADI (Jama’ah Ansharut Daulah Islamiyah) yang terpusat di Perumahan Villa Mutiara Biru, yang telah menyatakan ba’iat sumpah setia kepada khilafah ISIS pada tahun 2015 silam, di pondok Pesantren Ar Ridho pimpinan Alm. Ustad Basri yang meninggal di Nusakambangan dengan kasus teror.

Kemudian pada tahun 2016, bersama keluarga bermaksud ingin hijrah dan bergabung dengan organisasi ISIS di Suriah, namun dapat dicegat di Bandara Soekarno Hatta.

“Terduga teroris itu juga terlibat pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Solo di Filipina,” ungkap Kapolda Sulsel.

Kapolda pun menuturkan, terduga teroris itu pada Oktober 2020, secara rutin melakukan latihan menembak dan naik gunung atau idhat.

Kronologis saat dilakukan penangkapan terduga teroris, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin PCP.

Adapun bukti yang diamankan di tkp, beberapa senjata tajam, busur panah, senjata PCP dan sejumlah dokumen,” jelas Kapolda.

Kedua anggota Jama’ah Ansharut Daulah yang memiliki hubungan mertua-menantu tersebut, diketahui jarang bergaul ataupun bersosialisasi ke warga sekitar.

Iwan selaku Ketua RT yang tinggal di Villa Mutiara Biru, bersama warga sekitar sontak kaget saat mengetahui keduanya di gerebek dan ditembak mati oleh tim Densus 88.

“Saya tidak tau dia tinggal sama siapa, tapi dia ada kelompoknya,” ucap Iwan.

Iwan mengatakan, dirumah itu sering ada aktifitas semacam pengajian ataupun ceramah-ceramah bersama kelompoknya di rumah tersebut. (Sumber : Sulselta.co.id) (Ar)